Karena yang tersembunyi di dalam hati orang, baik itu politikus maupun non politikus, bila tidak hati-hati suatu saat akan keluar dari mulutnya secara diam2 maupun terang2an tanpa dipikir, akan menimbulkan kontroversi antar umat beragama. Seandainya yang ucapkan hal yang sama dengan yang diucapkan Menkoinfo, adalah oknum beragama Kristen, maka kemungkinan besar akan menuai reaksi keras dari kalangan Muslim yang menentang keras ucapan tsb, sehingga bisa memperuncing perselisihan. Tapi karena yang ucapkan seorang Tokoh Muslim, maka reaksi dari kalangan Kristen tidak separah di atas. Walaupun orang mengatakan bahwa bukan Isa Almasih yang disalibkan, kita tidak usah terpancing untuk unjuk rasa menentang, cukup kita memaklumi saja bahwa itulah keyakinan mereka yang patut kita hargai sekalipun keyakinan kita mungkin tidak dihargai oleh mereka. Sekali kelak Isa Almasih akan menyatakan dirinya kepada dunia bahwa apakah Dia benar pernah disalibkan atau tidak? Tetapi bagi orang Kristen yang meninggalkan kasih karunia Allah, justru dikategorikan: telah menyalibkan Isa Almasih yang kedua kalinya. Bahkan saat Saulus dalam perjalanan untuk menganiaya orang Kristen, di Pintu Gerbang Damsyik, Isa Al masih bertanya kepadanya: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Berarti sampai saat ini dimana saja orang Kristen dianiaya, baik di Indonesia maupun di luar negeri, di dalam mereka Isa Almasih turut dianiaya. Dan setiap orang Kristen wajib memberkati, mengasihi, mengampuni dan mendoakan para penganiaya tersebut. Dengan demikian upah kita besar di sorga sesuai pesan Isa Almasih:
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.*
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.*
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.
Demikianlah tanggapan saya atas kasus sepele di atas. God bless us. Haleluyah, Amin!
Sebagai Pelayan Mesias, Anda harus tahu diri bahwa yang layak duduk di kursi Mesias hanyalah Mesias. Yang layak duduk di kursi Musa adalah Para Pelayan Mesias yang bernubuat dan mendapat mimpi serta penglihatan dari Roh Kudus, yaitu: anak-anak sekolah Minggu laki-laki dan perempuan, teruna2 dan orang2 tua serta hamba2 Mesias laki2 dan perempuan. Tapi para ahli Taurat dan orang Farisi yang tidak mendapat karunia Roh Kudus, yang harusnya duduk di Kursi Harun telah “overacting” duduk di Kursi Musa. Olehsebab itu kita yang jadi Pelayan Mesias, yang layak duduk di Kursi Harun, jangan ikut2-an duduk di Kursi Musa. Baiklah kita bekerjasama dengan Para Pelayan Mesias yang duduk di Kursi Musa, dengan jalan menjadi penyambung lidah mereka, sehingga apa yang mereka terima dari Roh Kudus, kita bisa teruskan kepada semua anggota tubuh Kristus seperti Harun meneruskan apa yang Musa terima dari Yahwe, kepada umat Israel, bahkan kepada Firaun. Walaupun saya seorang dokter perusahaan, tapi saya mau merendahkan diri sebagai Pelayan Mesias di Kursi Harun untuk menerima pesan Tuhan dari mereka yang duduk di Kursi Musa untuk saya sampaikan kepada para pasien saya yang sulit untuk disembuhkan, sehingga mereka tidak mengeraskan hati dan bertobat, maka Mesias menyembuhkan mereka dengan bilur2Nya. Saya amat bersyukur atas hal itu. Keinginan Mesias agar dengan tulisan ini mendorong para Pelayan Mesias untuk mau bekerja sama sesuai dengan kedudukan masing2, baik di Kursi Musa maupun di Kursi Harun. Imanuel. Amin!
Terima kasih atas kepada Tim WordPress.com yang telah membantu saya membuat blog gratis dengan user name prasamderma, yang adalah singkatan dari kalimat: Pranata Samaritan Dermawan. Kami terinspirasi oleh kisah Perumpaan Orang Samaria Yang Murah Hati, yang dibicarakan oleh Yesus Orang Nazaret (Isa Almasih), sehingga setiap kami menangani para pasien, kami perlakukan mereka sebagai sesama yang dikasihi. Pendekatan yang kami gunakan adalah mediko-spirito-domestik (medis, kerohanian dan kekeluargaan). Kami berharap dengan adanya blog ini, ada interaksi yang menggembirakan dengan siapa saja yang berhasil mengakses blog prasamderma. Kepada para penderita penyakit apa saja yang terhambat proses kesembuhannya, silahkan berkonsultasi pada kami melalui blog ini.
dr. Habel Marthen Ndoen (Konsultan Medikospiritodomestik, Pranata Samaritan Dermawan
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!